KENAikan TIKET PESAWAT 30% DINILAI MEREPOTKAN, APPEBA: Jangan Bebani Jamaah!

Advertisement

KENAikan TIKET PESAWAT 30% DINILAI MEREPOTKAN, APPEBA: Jangan Bebani Jamaah!

JONNI NESTAFA
Rabu, 06 Mei 2026


 
KENAikan TIKET PESAWAT 30% DINILAI MEREPOTKAN, APPEBA: Jangan Bebani Jamaah!
 


Makassar, 7 Mei 2026 – Rencana pemerintah dan maskapai penerbangan untuk menaikkan harga tiket pesawat hingga 30 persen menuai gelombang penolakan keras dari berbagai kalangan. Kebijakan ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha dan calon jamaah yang akan menunaikan ibadah Haji dan Umrah.
 
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Pengkhidmat Baitullah (APPEBA), Bapak Hasrullah, menilai langkah kenaikan harga ini sangat tidak tepat dan berpotensi mematikan usaha serta menyulitkan rakyat kecil.
 
 
 
Dampak Langsung Terhadap Biaya Ibadah
 
Dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (6/5/2026), Hasrullah menegaskan bahwa industri perjalanan ibadah sangat bergantung pada stabilitas harga tiket penerbangan. Jika harga tiket melonjak drastis hingga 30 persen, maka dampaknya akan langsung terasa pada biaya paket perjalanan.
 
"Lonjakan harga tiket akan berdampak langsung pada peningkatan biaya paket perjalanan ibadah, yang selama ini menjadi komponen utama dan terbesar dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Harga tiket adalah penentu utama keterjangkauan paket," ujar Hasrullah dengan tegas.
 
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa angka 30 persen bukanlah angka yang sedikit. Kenaikan sebesar ini akan membuat beban masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, menjadi semakin berat dan sulit terjangkau.
 
"Kenaikan hingga 30 persen tentu bukan angka kecil. Ini akan berdampak signifikan dan langsung dirasakan oleh calon jamaah. Biaya paket haji dan umrah yang harus ditanggung akan membengkak, padahal daya beli masyarakat saat ini sedang tidak mudah." tegasnya.
 
 
 
Kebijakan yang Tidak Berpihak pada Rakyat
 
Hasrullah juga menyoroti bahwa ibadah Haji dan Umrah adalah kebutuhan spiritual yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam. Kebijakan yang hanya melihat sisi keuntungan semata tanpa memperhitungkan kemampuan masyarakat, dinilai sebagai langkah yang tidak berpihak pada rakyat.
 
"Kami memahami adanya berbagai faktor ekonomi, namun solusinya janganlah selalu dengan menaikkan harga yang ujung-ujungnya disiksa oleh rakyat. Kalau tiket mahal, paket jadi mahal, lalu siapa yang sanggup berangkat? Ini justru akan mengurangi minat dan kemampuan masyarakat untuk beribadah," tambahnya.
 
APPEBA meminta agar pihak terkait, khususnya pemerintah dan operator penerbangan, untuk meninjau ulang rencana kenaikan ini. Carilah formula lain yang lebih bijak, yang tidak membebani punggung masyarakat yang sudah banyak menanggung beban hidup.
 
 
 
Seruan untuk Pemerintah
 
Asosiasi meminta agar Kementerian Perhubungan dan pihak terkait bersikap adil. Jangan biarkan kebijakan ini merugikan jutaan umat yang ingin beribadah. Stabilitas harga harus dijaga agar ibadah tetap menjadi hak semua kalangan, bukan hanya milik orang-orang kaya saja.
 
"Kami menolak kenaikan tiket yang tidak wajar ini. Lindungi hak masyarakat, lindungi pelaku usaha, dan jangan biarkan harga tiket menjadi tembok tinggi yang menghalangi jalan menuju Baitullah." pungkas Hasrullah.
 
 
 
#KenaikanTiket
#APPEBA
#HajiUmrah
#StopKenaikanHarga
#LindungiJamaah
#Makassar