MEDAN, SUMATERA UTARA – Warga di kawasan Kecamatan Medan Deli mulai mencapai titik jenuh. Pasalnya, intensitas hujan yang rendah dan berdurasi singkat kini sudah cukup untuk merendam pemukiman mereka, khususnya di wilayah sekitar Jl. Kawat I, Tanjung Mulia Hilir. Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi warga yang merasa aspirasi mereka selama ini tidak digubris oleh pihak berwenang.
Berdasarkan laporan warga pada Jumat malam (13/02/2026), genangan air setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa langsung muncul sesaat setelah hujan turun. Drainase yang buruk dituding menjadi penyebab utama air tidak mengalir dan justru meluap ke jalanan hingga masuk ke teras rumah warga.
Pemerintah Dinilai "Tutup Mata"
Kekecewaan warga semakin memuncak karena permasalahan ini bukanlah hal baru. Perwakilan warga menyatakan bahwa mereka merasa pihak pemerintah setempat, baik tingkat Kelurahan maupun Kecamatan, seolah menutup mata terhadap penderitaan warga.
"Kami sudah berkali-kali mengeluh, tapi sepertinya tidak ada tindakan nyata. Hujan sebentar saja sudah banjir seperti ini. Kami merasa dibiarkan berjuang sendiri setiap kali hujan datang," ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Dampak yang Dirasakan Warga
Kondisi banjir yang berulang ini membawa dampak buruk yang nyata bagi kehidupan sehari-hari:
• Hambatan Mobilitas: Jalanan yang tergenang menyulitkan akses kendaraan, terutama pada malam hari.
• Kerugian Materil: Risiko kerusakan bangunan dan perabotan rumah tangga akibat rembesan air.
• Masalah Kesehatan: Genangan air yang menetap menjadi sarang nyamuk dan sumber penyakit kulit.
Tuntutan Warga
Melalui rilis ini, warga Medan Deli mendesak Pemerintah Kota Medan dan dinas terkait untuk:
1. Melakukan normalisasi drainase secara menyeluruh di titik-titik rawan banjir.
2. Meninjau langsung ke lapangan saat kondisi banjir terjadi agar dapat melihat realita yang dihadapi warga.
3. Memberikan solusi jangka panjang, bukan sekadar janji atau perbaikan sementara yang tidak membuahkan hasil.
Warga berharap adanya langkah konkret segera mungkin. Jika keluhan ini tetap diabaikan, warga berencana akan membawa aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi guna mendapatkan keadilan dan kenyamanan tempat tinggal yang layak.(AL)



0 Komentar