MEDAN – Kondisi infrastruktur jalan di kawasan Medan Belawan, khususnya jalur utama Jalan K. L. Yos Sudarso menuju area pelabuhan, kian memprihatinkan. Kerusakan jalan yang parah, dipenuhi lubang menganga dan genangan air bak kubangan kerbau, kini memicu kritik tajam dari warga dan pengguna jalan terhadap kinerja PT Pelindo (Persero).
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (16/02/2026), kondisi jalan yang rusak berat ini tidak hanya menghambat arus logistik dari dan menuju pelabuhan, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara, terutama roda dua. Genangan air yang menutupi lubang dalam seringkali menyebabkan kecelakaan bagi warga yang tidak familiar dengan kontur jalan tersebut.
Keluhan Warga Diabaikan
Salah seorang warga setempat menyatakan kekecewaannya karena kerusakan ini seolah dibiarkan tanpa adanya perbaikan permanen yang berarti.
"Kami merasa keluhan kami selama ini diabaikan. Ini akses ekonomi penting, ribuan truk lewat sini tiap hari, tapi jalannya hancur seperti tidak ada yang mengurus. Pelindo sebagai pengelola kawasan seharusnya punya tanggung jawab lebih terhadap dampak lingkungan dan infrastruktur di sekitarnya," ujar seorang warga di lokasi.
Kinerja Pelindo dalam Sorotan
Warga dan para pengamat kebijakan publik kini mulai mempertanyakan komitmen Pelindo dalam pemeliharaan fasilitas publik di sekitar wilayah kerjanya. Meski pelabuhan merupakan salah satu obyek vital nasional dengan pendapatan besar, kontribusi terhadap perbaikan infrastruktur jalan akses dinilai minim.
Poin utama yang menjadi desakan warga meliputi:
• Perbaikan Permanen: Menuntut aksi nyata bukan sekadar penambalan sementara yang mudah rusak kembali saat hujan.
• Drainase yang Buruk: Genangan air yang menetap meski cuaca cerah menunjukkan sistem drainase di kawasan industri tersebut tidak berfungsi.
• Tanggung Jawab Sosial (TJSL): Mempertanyakan alokasi anggaran tanggung jawab sosial perusahaan untuk perbaikan lingkungan terdampak operasional pelabuhan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon konkret dari pihak manajemen Pelindo maupun Pemerintah Kota Medan untuk segera membenahi jalur "maut" tersebut sebelum memakan lebih banyak korban jiwa.(AL)






0 Komentar